Browser








Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 November 2013

Hati hati Berenang Ada Amuba Pemakan Otak di Dalam Air

PAM - primary amebic meningoencephalitis, adalah satu jenis penyakit meningitis yang mematikan, disebabkan oleh amuba yang disebut Naegleria fowleri. Amuba ini menyerang otak korban dan memakannya. Organisme bersel tunggal ini hidup di dalam air.

Kasus PAM memang terbilang langka, namun sebaiknya membuat kita lebih waspada.  Naegleria fowleri bisa ditemukan di sungai atau danau yang hangat. Lalu masuk ke tubuh manusia melalui hidung dan melewati saraf penciuman menuju otak. Amuba ini menghancurkan jaringan otak.
 

stillwater.patch.com

Kasus terbaru seperti dilansir Livescience, Rabu, Juli memuat laporan tentang Kali Hardig, seorang anak yang berenang di  Willow Springs Water Park di Little Rock, Arkansas.  Beberapa jam setelah itu, Kali muntah-muntah. Dia terus menangis dan mengeluh kepalanya sakit.

Ibunya, Traci Hardig panik bukan kepalang melihat putrinya yang berusia 12 tahun demam dan tak bisa diredakan. “Dia hanya melotot memandangi saya, dan bola matanya berputar-putar,” kisah sang ibu. Ia pun langsung membawa Kali ke rumah sakit. Saat ini kondisinya masih koma.

Dari uji laboratorium dan pemeriksaan lainnya, Kali diketahui menderita meningitis aneh. Rupanya, selaput otaknya digerogoti amuba pemakan otak—penyebab meningitis yang sangat langka itu.

Departemen Kesehatan Arkansas dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (US Centers for Disease Control and Prevention/CDC) ikut turun tangan. “Berdasarkan investigasi yang sedang berlangsung, sumber yang paling mungkin infeksi adalah Willow Springs Water Park,” demikian pernyataan tertulis Departemen Kesehatan Arkansas.

Departemen Kesehatan menjelaskan, pada 2010, ada kasus PAM yang terkait dengan Willow Springs Water Park. Karena itu, mereka meminta pengelola tempat wisata air itu menutup Willow Springs guna menjamin kesehatan dan keselamatan publik.


Kasus di Florida
Courtney Nash, gadis 16 tahun asal Florida, terinfeksi saat berenang di anak Sungai St. Johns pada 3 Agustus 2011. Remaja ini merasakan sakit kepala hebat dan sempat dirawat di rumah sakit. Nahas, nyawa Nash tidak tertolong.

 
samaa.tv


Kasus di Lousiana
Pria asal Louisiana berumur 20-an tahun tewas pada Agustus 2011. Dua bulan sebelumnya, pria yang tidak disebut identitasnya itu membilas hidungnya di keran kecil rumahnya. Beberapa hari kemudian, dia terserang demam, lalu meninggal. Peneliti dari Departemen Kesehatan menemukan amuba dalam sistem air di rumah korban. Makhluk mikroskopis itu, ujar mereka, hanya ada di rumah, tidak di seluruh jaringan air kota.

Sepanjang 2001-2010, CDC mencatat 32 kasus infeksi PAM di Amerika. Dari jumlah itu, 32 penderita meninggal. Dua puluh delapan dari mereka terinfeksi ketika berenang di perairan. Tiga orang lainnya terinfeksi ketika terkontaminasi air keran kala membersihkan hidungnya.


Kasus di Pakistan.
Kasus infeksi Naegleria fowleri ternyata tak hanya dijumpai di Amerika. Pada 10 Oktober 2012, pemerintah Pakistan menyelidiki kasus infeksi amuba pemakan otak yang membunuh 10 orang dalam kurun waktu empat bulan di Karachi.

 
Waspada bila suhu air hangat - 80 Fahrenheit

Sehubungan dengan kasus Nash di Florida, pemerintah setempat memperingatkan perenang untuk menjauhi air yang tergenang. “Pakai klip hidung atau pencet hidung Anda saat melompat atau keluar dari air kala berenang,” begitulah isi pesan tersebut. Menurut mereka, menutup lubang hidung dapat mengurangi kesempatan terinfeksi.

Infeksi amuba ini tidak menular dan menyebar dengan cepat. Makhluk itu membunuh korbannya dalam beberapa hari. "Sangat sulit mengobatinya. Kebanyakan orang mati karena itu," kata dr Raoult Ratard, ahli epidemiologi Negara Bagian Louisiana.


Sumber:
tempo
{ Read More }


Selasa, 05 November 2013

Ada Teknologi Terkini Dalam Mesin Daihatsu Ayla Toyota Agya


Mengamati dua mobil Astra Daihatsu Ayla dan Astra Toyota Agya memang lagi menarik. Setelah melototi desain ekterior dan interior IIMS 2012 lalu, tentu masih banyak pertanyaaan seputara mesinya?

Memakai konsep LCGC (Low Cost Green Car) , engine 3 silinder berkode 1KR dipilih oleh principal (Daihatsu Motor Corporation Jepang) untuk kolaborasi ketiga Daihatsu-Toyota di Indonesia ini.

Namun, sedikit dimodifikasi agar tujuan low cost tercapai. “Gimana caranya agar harganya murah dan bahan bakarnya irit, sehingga ada beberapa komponen yang kita ubah,” Embay Sunaryo, Head Development Project Team 3 R&D PT Astra Daihatsu Motor (ADM), APM Daihatsu di Tanah Air.

Ubahan paling signifikan gunakan Integrated Exhauts Manifold (IEM). Kalau Anda sempat memperhatikan mesin Ayla di IIMS lalu, exhauts manifold setiap silinder tidak terlihat. Yang tampak hanya 1 pipa besar yang keluar melalui lubang exhauts.

“Cost jadi lebih murah dan karena jadi satu (exhaut manifold dan cylinder head) maka panas exhauts manifold tidak merambat cepat ke catalytic converter (CC) karena posisinya jadi jauh. Sehingga usia CC juga lebih panjang,” bebernya.

Efek ke efisiensi BBM memang gak signifikan, namun kata Embay, dengan IEM itu bobot mesin tereduksi cukup besar dan ujung-ujungnya ke konsumsi BBM.

Selain itu, dinding ketiga pistonnya sudah dilapisi bahan Teflon. Fungsinya, menurut Rifqi Taufiqurrahman bisa mengurangi gesekan antara piston dan inner cylinder. “Juga meminimalkan panas,” ujar pria yang menjabat Engine Staff R&D ADM ini.
Bahkan, kata Rifqi, proses pelumasan piston gunakan sistem Oil Jet. Dimana ditambahkan saluran di bawah masing-masing piston. Gunanya saat kompresi tinggi oli akan ‘muncrat’ secara mekanis. Teknologi ini sudah dipakai di mesin 3SZ-VE milik Daihatsu Luxio, Gran Max, Terios dan Toyota Avanza 1.5.

Sebagai mobil perkotaan yang butuh torsi besar, langkah piston mesin Ayla/Agya ini juga di-stroke up. Dari asli mesin 1KR sebesar 81 mm menjadi 84 mm. Sehingga diameter x langkahnya kini berukuran 71 x 84 mm. “Nafasnya jadi panjang dan torsi lebih besar,” tegas Embay lagi.

Spek mesin lain, yakni mengadopsi timing chain (rantai keteng) untuk menggerakkan camshaft. Memang termasuk ‘jadul’, tapi biaya perawatan jadi minim lantaran usia penggantian part tergolong lama dibanding pakai belt.

Oiya, mesin 1KR yang juga dipakai di Toyota Aygo, iQ, Yaris, Daihatsu Cuore, Peugeot 107 berbeda dari Ayla-Agya yang memakai KR-DE. Kalau Aygo, iQ, Cuore, 107 dan lainnya adopsi 1KR-FE.

Bedanya, bisa dilihat dari dua huruf di belakang. “FE berarti VVT-i (Variable Valve Timing with intelligent). Kalau DE, mesin sudah DOHC, tapi tidak VVT-i,” jelas Satriyo Budiutomo, Executive Coordinator Project Team 1 R&D ADM.

Loh kenapa dihilangkan (VVT-i), bukannya bisa menekan konsumsi BBM? “VVT-i itu memang salah satu alat menghemat bahan bakar dan memperbesar torsi, tetapi di mesin 1KR-DE ini tanpa VVT-i, hal yang ditargetkan sudah tercapai. Sehingga kalau bicara dari pengembangan mesin jadi lebih murah. Tanpa VVT-i pun sudah mendapat tenaga dan konsumsi BBM yang diinginkan,” ungkapnya.

Sejumlah pengembangan mesin baru tersebut boleh diajungi jempol. Tapi seberapa besar signifikannya terhadap efisiensi bahan bakar memang butuh pengetesan dikondisi jalan sesungguhnya, bukan test di laboratorium. Tunggu pengetesan OTOMOTIF lebih lanjut!. (mobil.otomotifnet.com)

 Sumber : http://mobil.otomotifnet.com/read/2012/10/16/335382/201/28/Teknologi_Anyar_Mesin_Daihatsu_Ayla___Toyota_Agya
{ Read More }


Jumat, 25 Oktober 2013

Kesalahan Dalam Mendidik Anak Balita


Anak Balita
Mendidik Anak Balita - Anak balita biasanya memang selalu bisa membuat kita gemas dan ingin sekali selalu memeluk, mencubit, mencium, dan bermain bersama mereka. Akan tetapi, di lain waktu terkadang anak balita juga bisa membuat kita jengkel dan bisa membuat kepala kita pusing karena tingkah laku mereka.

Anak balita bukanlah seperti mainan yang telah dibekali buku panduan untuk mengoperasikan mereka. Menjadi orang tua memang bisa dibilang susah-susah gampang dan memang menjadi orang tua tidak ada sekolahnya, maka dari itu belajar menjadi orang tua tidak ada waktu batasan untuk berhenti.

Terkadang orang tua merasa paling benar dan paling bisa dalam mendidik anak balita. Akan tetapi mungkin cara mendidik tersebut bisa merupakan salah satu kesalahan dari mendidik anak balita. 

Berikut beberapa kesalahan dalam mendidik anak balita.
  1. Tidak konsisten
    Konsekuensi dari awal tentang apa yang akan mereka peroleh adalah merupakan sesuatu yang harus diajarkan kepada anak. Misalnya jika anak tidak tidur tepat waktu atau mandi maka konsekuensi apa yang akan mereka dapatkan. Semakin mereka konsisten bahwa hal apa yang akan mereka dapatkan jika peraturan tidak dipatuhi, maka anak semakin enak untuk diajak bekerja sama.

    Maka dari itu buatlah daftar rutinitas setiap hari dan musyawarah kan dengan pasangan tentang konsekuensi apa yang akan diberikan jika anak tidak menjalankan rutinitas tersebut.

    Jangan sampai antara orang tua berbeda pendapat tentang pesan sanksi yang diberikan kepada anak karena hal tersebut bisa menjadikan anak malah semakin membandel dan bisa-bisa akan mengadu domba kepada kedua orang tua.

    Dalam memberikan sanksi jangan melakukan kompromi kepada anak, Anda harus tegas tentang sanksi yang akan Anda berikan.
  2. Menghabiskan waktu untuk fokus terhadap waktu keluarga
    Menghabiskan waktu dan berkumpul bersama keluarga besar merupakan hal yang sangat baik dan justru sangat dianjurkan agar selalu menyambung silaturrahim. 

    Akan tetapi, Anda juga jangan sampai melewatkan waktu khusus bersama anak-anak Anda. Waktu pribadi ini bisa menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan bagi sang anak dan juga tentu bagi Anda sebagai orang tua.

    Menghabiskan waktu pribadi tidak harus pergi ke tempat jauh, Anda bisa memanfaatkan mainan yang dimiliki anak dan bermain lah bersama mereka dan berperan lah sebagai teman bermain nya.
  3. Menawarkan bantuan kepada anak terlalu sering
    Ada sebagian orang tua yang selalu menganggap balita mereka adalah bayi yang belum bisa melakukan banyak aktivitas dan belum terlalu paham tentang banyak hal, sehingga para orang tua selalu menawarkan bantuan kepada anak untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. 

    Hal tersebut bisa menjadikan sang anak berpikir bahwa mereka tidak bisa melakukan apa-apa dan semuanya harus dibantu orang tua. Cobalah berpikir untuk tidak selalu membantu pekerjaan mereka, biarkan mereka melakukannya sendiri, tetapi Anda harus tetap memberikan motivasi dan dorongan kepada anak agar mereka tetap semangat untuk menyelesaikannya.
  4. Terlalu banyak bicara
    Anak balita adalah anak yang belum bisa berpikir logika layaknya orang dewasa. Maka dari itu para orang tua jangan terlalu banyak  menjelaskan tentang mengapa tidak boleh melakukan hal tersebut. Bersikap sedikit tegas kepada anak juga perlu  dilakukan atau bisa dengan cara memberikan waktu hingga hitungan 3 kali, jika tetap mengerjakan hal tersebut maka konsekuensi langsung dikerjakan.

    Contoh kejadian, anak sudah waktunya makan akan tetapi  anak tidak mau dan memilih makan kue. Kemudian orang tua menjelaskan bahwa ini sudah waktunya makan sambil mengambil kue sang anak. Anak pun merengek nangis dan merebut kue nya, lalu ditarik lagi oleh orang tua nya sambil menjelaskan , anak merampas nya lagi, dan berulang terus menerus dengan penjelasan-penjelasan tanpa tindakan yang tegas.
  5. Menyajikan makanan khusus yang disukai anak
    Kebiasaan memasak menu makanan yang khusus buat anak-anak ternyata tidak selamanya baik. Karena hal tersebut bisa menjadikan anak-anak susah untuk menikmati berbagai macam makanan dan hanya menikmati makanan yang  itu-itu saja. Padahal anak juga dituntut untuk kenal dan mengkonsumsi makanan yang bervariasi. 

    Jika anak memang sudah bisa untuk mengkonsumsi makanan yang berat seperti orang dewasa, maka ajaklah mereka untuk makan bareng di meja makan dan ikut menyantap makanan yang ada.

    Jika anak menolak jangan langsung marah-marah, ajari mereka pelan-pelan dengan terus menyodorkan makan yang bervariasi. Jangan sampai Anda menjadi koki hanya khusus membuat menu makanan yang berbeda yang mereka inginkan padahal mereka sudah bisa makan makanan orang dewasa.
  6. Terlalu dini memberikan latihan menggunakan toilet
    Terkadang ada sebagian orang tua yang memaksa anaknya untuk menggunakan toilet karena mereka menganggap sang anak sudah saatnya belajar, padahal bisa saja anak belum siap.

    Prosesnya memang tidak harus keburu-buru, semua butuh proses. Akan tetapi tetap beri mereka pelajaran tentang toilet bagaimana cara memakainya dan apa fungsinya. Ketika sang anak sudah mau mencoba menggunakan toilet jangan lupa beri pujian kepada mereka
  7. Tidak membatasi waktu nonton TV
    Mungkin ada sebagian orang tua memberikan anak tontonan-tontonan televisi bisa membuat mereka lebih tenang untuk melakukan aktivitas. Karena si anak akan tenang dan tidak rewel dan akibatnya anak bisa menghabiskan berjam-jam di depan TV dan sulit untuk belajar.

    Cobalah alihkan anak untuk melakukan kegiatan lain seperti membaca buku bersama atau bermain dengan mainan yang kreatif. Atau bisa ajak si anak untuk ngobrol sehingga mereka bisa belajar komunikasi. 
  8. Mencoba menghentikan ketika anak merengek besar
    Sebagai orang tua tentu mereka khawatir mendapat cap dari orang lain sebagai orang tua yang tidak kompeten ketika anak kita menangis merengek besar di tempat umum. Jangan pedulikan apa yang dikatakan orang lain, yang perlu dipikirkan adalah apa yang sebenarnya terjadi pada anak sehingga mereka menangis merengek  besar. 

    Ketika hal tersebut terjadi pada Anda, maka cobalah ajak si anak pergi ke tempat yang sepi supaya mereka berhenti dan bisa mengeluarkan emosi nya. Kemudian setelah anak selesai jangan lupa untuk memberikan pelukan kepada anak agar anak menjadi tenang dan Anda bisa menjalankan kegiatan Anda kembali.
Demikianlah beberapa kesalahan dalam mendidik anak balita. Semoga kita selalu belajar dan mendapat pelajaran yang bagus tentang mendidik anak sehingga anak bisa menjadi anak yang baik dan menjadi kebanggaan keluarga dan lingkungan sekitar. Semoga bermanfaat!

{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest